lahir di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, 16 September 1981 dari tiga bersaudara

Naszil Ilham alias Ariel lahir di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, 16 September 1981 dari tiga bersaudara, Ia merambah dunia hiburan bersama band-nya, Peterpan, pada 2000. Musik yang enak didengar, suara sengau dan lirik yang melo ditambah dengan gaya panggung yang khas menghantar Ariel dan Peterpan ke puncak ketenaran. Bersama teman-teman, dia membentuk Peterpan pada 1 September 2000. Formasi awal band ini adalah Andika (keyboard), Ariel (vokal), Uki (gitar), Lukman (gitar), Indra (bass), dan Reza (drum).

Semula, band ini memiliki harapan sederhana, jadi home band cafe ternama. Tahun 2001, Ariel yang didaulat menjadi vokalis bersama teman-temannya bermusik dari cafe ke cafe, antara lain O’Hara Tavern dan Sapu Lidi. Lagu yang dibawakan pun masih lagu-lagu top 40 dan lagu ciptaan musisi luar dengan aliran rock alternatif seperti Pearl Jam, Creed, Cold Play, dan lain lain.
Permainan mereka menarik perhatian Noey Java Jive yang sedang mencari band baru untuk album kompilasi dari Musica Studios. Peterpan pun mengirimkan demo berisi 3 lagu, yaitu Sahabat, Mimpi yang Sempurna dan Taman Langit. Lagu 'Mimpi yang Sempurna' lah yang menjadi tiket Ariel dan Peterpan ke jagad hiburan melalui album kompilasi Kisah 2002 Malam. 'Mimpi yang Sempurna' menjadi lagu andalan album kompilasi ini dan mendongkrak angka penjualan hingga 150.000 kopi. Dari harapan sederhana itu, Ariel dan bandnya membuka harapan baru yang lebih besar dan pintunya terbuka sedikit demi sedikit.

Tahun 2003, Peterpan, di bawah label Musica Studio, meluncurkan debut album Taman Langit. Album ini pun meraih sukses dengan penghargaan Multi Platinum Award dan SCTV Award sebagai Album dan Band Pendatang Baru ngetop. Mei 2004, Peterpan kembali masuk studio rekaman untuk mempersiapkan album ke-2 mereka yang direncanakan rilis pada bulan Agustus. Album berjudul Bintang di Surga itu mencapai penjualan fantastis. Sebutan 'A Phenomenon Band' pun melekat pada Peterpan, yang kemudian mensejajarkan Peterpan dengan band-band papan atas di negeri ini.

Pada masa kritis industri musik Indonesia, album Bintang di Surga berhasil mencapai angka penjualan 3 juta kopi, dan meraih penghargaan demi penghargaan. Tak kurang dari 13 penghargaan dari dalam dan luar negeri diraih oleh Peterpan lewat album Bintang di Surga, diantaranya 7 penghargaan AMI AWARD, 2 SCTV Award, Triple Platinum Award, dan Platinum Berkembar Enam dari Malaysia, serta MTV Music Award pada tahun 2005.

Oktober 2006, Peterpan retak. Indra dan Andika keluar dari Peterpan, karena adanya ketidaksamaan visi dalam bermusik dengan, Ariel, Uki, Lukman, dan Reza. Masalah demi masalah bermunculan menghantam Peterpan. Tetapi 4 personil yang tersisa di Peterpan tetap bersemangat untuk menyelesaikan album ke 3 mereka.

Mei 2007, setelah vakum hampir 1 tahun, Peterpan merilis album ke 3, Hari yang Cerah. Berawal dari Mimpi yang Sempurna, Ariel dan Peterpan meraih kesuksesan luar biasa di jagad hiburan. Dan akhirnya berganti nama menjadi NOAH hingga kini.